Sejarah Nagari

Gambar Profil Nagari

SEJARAH NAGARI

Nama Sungai Pua berasal dari batang pua, batang artinya sungai sedangkan Pua adalah nama pohon, pohon pua ini tumbuh disepanjang pinggir batang/sungai yang membelah kampuang lidah api sampai Cingkariang. Kondisinya saat ini terlihat sebagai sungai mati, sungguh pun demikian curam dan lebarnya bentangan sungai masih memberi bekas bagaimana derasnya arus air yang pernah mengaliri batang pua tersebut semasa masih berfungsi. Lahar puncak gunung Merapi juga mengalir ke sebelah Utara menuju Barat membentuk Sungai (Limo Kampuang, Ampuah dan terus ke Limo Suku). Di pinggir kiri kanan sepanjang lahar yang mengalir itu tumbuh batang pua yang tidak lebih dari 50 sampai dengan 70 cm. berwarna putih keungu-unguan sehingga membentuk suatu pemandangan yang indah, maka terbentuklah Sungai PuaMenurut cerita, asal usul yang diketahui terdapat 8 orang nenek moyang yang dulunya turun temurun, yaitu :

Sultan Marajo Dirajo beserta isterinya Putih Indah Jelita
Suri (contoh teladan, penasehat) Dirajo Nan Banego-nego
Cateri Reno Sudah
Jati Bilang Pandai
Beserta pembantu-pembantunya

Harimau Campo
Kambing Hitam
Kuciang Siam
Anjiang Mualim
Menurut cerita yang diketahui dari kisah-kisah orang dahulu bahwa tempat penampungan penduduk Sungai Pua adalah Tanah Padang Rang Koto, dengan  pembagiannya sebagai berikut :

Tanah padang, pembagian Rang Koto
Air,  pembagian Rang Pili
Tanjung, pembagian Rang Pisang
Banda pembagian Rang Sikumbang
Guguak, pembagian Rang Melayu
Pada tahun 1909, para pemuda Sungai Pua yang terdiri dari kaum Adat,  Agama dan Cendikiawan pergi mendalami ajaran Agama Islam ke Padang Japang  (Kabupaten 50 Kota) dipimpin oleh Syech Abbas Abdullah, yang sedikit banyaknya memberi warna kehidupan bagi masyarakat, sehingga pola pikir dan kehidupan masyarakat Sungai Pua, penuh dengan dinamika, kritis dan logis, serta taat adat, sudah menjadi pakaian orang Sungai Pua.

Pada bulan Juli tahun 1946, atas kehendak masyarakat dalam suatu Rapat Umum di Lapangan Sepak Bola Balai Panjang, dua Nagari yang dipimpin oleh dua Angku Palo, yaitu Angku Palo Limo Suku dan Angku Palo Kapalo Koto bersepakat menyatukan menjadi satu Nagari yaitu Nagari Sungai Pua, dengan Walinagari pertama adalah U. Dt. Garang, yang membawahi 5 (lima) Jorong yaitu :

Jorong Limo Kampuang
Jorong Kapalo Koto
Jorong Tangah Koto
Jorong Limo Suku
Jorong Galuang
Ketika berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, yang aplikasinya tahun 1982, kelima Jorong tersebut merupakan sistem pemerintahan terendah, yakni Pemerintahan Desa. Sedangkan Nagari Sungai Pua merupakan kesatuan masyarakat hukum adat yang dikelola oleh kaum adat.

Setelah diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberi peluang kepada daerah untuk mengatur pemerintahan terdepan sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Di Provinsi Sumatera Barat ditetapkan sistim Pemerintahan terdepan yaitu Pemerintahan Nagari yang diatur dalam Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000, sehingga pemerintahan tersebut dinamakan dengan Nagari, dan dalam pelaksanaannya bernuansa filosofi “Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah”.

Komitmen masyarakat untuk “kembali banagari” di Kabupaten Agam dipertegas dengan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Nagari, sehingga menjadikan Nagari Sungai Pua sebagai salah satu Nagari di Kabupaten Agam, yang wilayahnya meliputi 5 desa sebelumnya menjadi 5 jorong yang dipimpin oleh Pjs Walinagari.

Berikut disampaikan yang Menjabat Walinagari Sungai Pua sejak Tahun 1945 sampai sekarang sebagai berikut :
 

logo
NAGARI SUNGAI PUA

Website Resmi Pemerintah Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam


Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau ingin berkontribusi dalam pengembangan website ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui kontak berikut:

Telepon :
081261015705
WhatsApp :
081261015705
Alamat :
Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam

Jam Operasional
Senin - Sabtu :
08.00 - 16.00 WIB
Minggu :
Tutup