Sidang Paripurna Bamus Nagari Dalam Rangka Hari Jadi Nagari Sungai Pua yang ke 80 Tahun
Kaba Nagari
Selasa, 21 Juli 2026
Adapun Penentuan Hari Jadi Nagari Sungai Pua yang ditetapkan Pada Tanggal 17 Juli berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Tim Kajian yang terdiri dari DPP IKSP Indonesia, IKSP Seluruh Indonesia, ISSP, Pemerintah Nagari, Bamus Nagari dan Tokoh Masyarakat, dari Hasil Kajian tersebut terdapat beberapa Fase Penentuan Hari Jadi Nagari Sungai Pua sebagai berikut :
- a. Fase Pertama yaitu rentang waktu dari tahun 1823 sampai dengan tahun 1914, Sungai Pua memakai sitem Kelarasan, di fase ini tidak didapat data yang falid nama-nama Angku Lareh yang menjabat dan tahun berapa Kelarasan Sungai Pua berdiri.
- b. Fase Kedua yaitu rentang waktu 1930 sampai dengan 1946, Sungai Pua memakai Sistem Kapalo Nagari (Angku Palo) dan kita mengenal ada dua Nagari yaitu Kanagarian Kapalo Koto yang dipimpin oleh Angku Datuak Majolelo (Angku Palo Karab) yang wilayahnya terdiri dari dua Jorong yaitu jorong Kapalo Koto, dan Jorong Limo Kampuang. Kemudian Kanagarian Tangah Koto yang dipimpin oleh angku datuak Rangkayo Nan Gadang (Angku Palo Sunguik) yang wilayahnya terdiri dari tiga jorong yaitu jorong tangah koto, jorong limo suku dan jorong galuang. Dan kita tidak mendapat data yang falid bagaimana proses pengangkatan Angku Palo tersebut.
- c. Fase Ketiga yaitu bersatunya dua Kanagarian yaitu Kanagarian Kapalo Koto yang dipimpin oleh Angku Datuak Majolelo (Angku Palo Karab) dan Kanagarian Tangah Koto yang dipimpin oleh angku datuak Rangkayo Nan Gadang (Angku Palo Sunguik) atas kehendak masyarakat kedua Nagari tersebut“pada hari Rabu tanggal 17 Juli tahun 1946 melaksanakan musyawarah yang dihadiri oleh Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai beserta Bundo Kanduang dan Pemuda bahwa disepakati, menginginkan kedua nagari tersebut disatukan menjadi Satu Nagari yang diberi Nama Nagari Sungai Pua dengan Walinagari pertama Umar Dt. Garang berasal dari Jorong Galuang.
Sidang Umum ini dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Balai Panjang dan melibatkan dua nagari awal, yaitu Tangah Koto dan Kapalo Koto, yang dipimpin oleh Angku Palo. Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Pemuda sepakat untuk menyatukan kedua nagari menjadi satu identitas baru bernama Sungai Pua, yang terdiri dari lima jorong: Limo Suku, Tangah Koto, Kapalo Koto, Limo Kampuang, dan Galuang.
Pada hari ini Jum’at Tanggal 17 Juli 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Nagari Sungai Pua yang ke 80, untuk mengungkapkan rasa syukur ke Hadirat Allah SWT, Kami Bamus Nagari atas nama masyarakat Sungai Pua melaksanakan Sidang Paripurna dan menyatakan bahwa Nagari Sungai Pua telah berdiri selama 80 Tahun.